Camat Dumai Timur Dorong Edukasi Gizi Unggul Edukasi Penanganan Stunting dan KEK Bersama RS Awal Bros
INTIREDAKSI24.COM.DUMAI TIMUR – Pemerintah Kecamatan Dumai Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Komitmen mendasar ini diwujudkan melalui pembukaan kegiatan sosialisasi gizi dan kesehatan ibu hamil serta anak yang diinisiasi bersama RS Awal Bros Dumai di Aula Kantor Camat Dumai Timur, Rabu (09/09/2026).
Langkah proaktif ini dipimpin langsung oleh Camat Dumai Timur, Syafriandi, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya yang tegas dan penuh penekanan, Syafriandi menggarisbawahi bahwa pemenuhan gizi yang tepat pada masa awal kehidupan adalah investasi paling vital dalam menentukan kualitas generasi penerus di wilayah Dumai Timur.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kesehatan Ibu dan Anak
Kegiatan diawali dengan doa bersama yang khidmat, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi komprehensif oleh dr. Kholida Ulfa, Sp.GK, spesialis gizi klinik dari RS Awal Bros Dumai. Turut hadir mendampingi dalam acara ini Kepala Puskesmas Jaya Mukti, tim Medical Client RS Awal Bros Dumai, serta jajaran Ketua TP-PKK Kelurahan se-Kecamatan Dumai Timur.
Dalam paparannya, dr. Kholida Ulfa menekankan bahwa perbaikan kualitas kesehatan orang tua—terutama dari segi gizi—merupakan fondasi paling krusial dalam menyambut kehadiran buah hati. Beliau mengupas tuntas penanganan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil, tantangan berat badan (baik kondisi terlalu kurus maupun obesitas), hingga gambaran pola makan sehat yang tepat bagi ibu hamil.
Mengenai gizi bayi dan anak, dr. Kholida menegaskan:
Bayi Usia 0–6 Bulan: Wajib mendapatkan ASI Eksklusif untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisinya.
Pengenalan MPASI: Makanan Pendamping ASI (MPASI) dimulai secara bertahap pada rentang usia 6–8 bulan dengan komposisi dan kriteria yang benar.
Pemberian ASI Hingga 2 Tahun: ASI tetap direkomendasikan hingga anak berusia dua tahun.
Penggunaan Susu Formula: Hanya diberikan atas indikasi medis tertentu, seperti kondisi ibu yang memiliki penyakit mendasar yang melarang pemberian ASI.Diskusi Aktif dan Apresiasi Masyarakat
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan kritis. Lurah Tanjung Palas mengajukan pertanyaan terkait penanganan ideal berat badan pada ibu hamil dan anak, sementara Lurah Jaya Mukti, Resa, mengoreksi kekhawatiran terkait potensi risiko diabetes sejak dini. Antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh deretan masyarakat dan kader PKK yang hadir.
Langkah cepat Camat Dumai Timur, Syafriandi, S.Sos., M.Si., dalam memfasilitasi edukasi gizi dari ahlinya ini mendapat apresiasi luas dari seluruh peserta. Melalui kantor kecamatan yang berlokasi di Jl. Kesehatan, Kelurahan Teluk Binjai, pihak kecamatan siap terus mengawal program penanganan gizi secara berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Dumai Timur yang sehat dan bebas dari ancaman masalah gizi buruk.
Rangkaian acara edukasi gizi ini ditutup dengan sesi foto bersama antara Camat Dumai Timur, narasumber, jajaran pimpinan wilayah, dan seluruh peserta.
Komentar Via Facebook :